Inggris Tumbang, Henderson Akui Kelelahan

Inggris tidak berhasil maju menuju laga pamungkas UEFA Nations League pada penyelenggaraan perdana tahun ini. Jordan Henderson dkk disingkirkan Belanda pada pertandingan semi-final yang bergulir Jumat (7/6) dini hari.

Padahal, anak didik Gareth Southgate sudah unggul pada paruh perdana karena eksekusi hukuman penalti Marcus Rashford. Tapi, The Three Lions tidak berhasil menjaga keunggulan pada paruh ke 2 dan kecolongan via goal Matthijs de Ligt.

Pada perpanjangan waktu, pasukan Ronald Koeman sukses menyarangkan 2 goal tambahan untuk menegaskan kemenangan. Hasil ini juga diakui Jordan Henderson membikin kesebelasannya terpukul.

“Kami tidak begitu garang di muka. Kebanyakan dari kami tengah mengalami kelelahan. Namun begitu, kami telah maksimal dengan sukses bisa sampai paruh ini. Bintang-bintang jua telah membuktikan penampilan penuh sepanjang pelatihan, ” jelasnya sebagaimana dilansir dari situs resmi UEFA.

Henderson baru balik lagi dari selebrasi jawara Liga Champions bareng Liverpool sepanjang minggu. Pada pertandingan final yang bergulir di Stadion Wanda Metropolitano, The Reds unggul 2-0 melawan Tottenham Hotspur.

Pada pertandingan vs Belanda, beberapa pemain yang main di fina Liga Champions, jua diturunkan. Tak hanya Henderson, terdapat Harry Kane dan Dele Alli yang jua dimainkan.

“Bagiku, ini merupakan penyesuaian yang lumayan sulit sepanjang sepekan terbaru. Tenagaku terkuras secara fisik, mentalitas, dan emosional. Memang perlu banyak hari untuk balik lagi ada di titik kebugaran usai laga ini, ” katanya.

Mata Tidak Ragukan Kemampuan De Gea

Pemain berposisi gelandang Manchester United, Juan Mata, menyatakan tak meragukan kemampuan David De Gea yang main jelek ketika menghadapi Chelsea, Minggu (28/4/2019).

Man. United unggul terlebih dahulu kala melawan The Blues pada pertandingan minggu ke-36 Premier League itu. Juan Mata memasukkan bola menuju ke dalam sarang Kepa Arrizabalaga berkat assist Luke Shaw di menit ke-11.

Setan Merah menghentikan pertandingan dengan 1 angka. Kesebelasan tamu menyamakan score via tendangan Marcos Alonso 2 menit menyongsong jeda paruh pertama.

Goal itu berawal dari tendangan Antonio Rudieger yang tidak berhasil dihalau dengan sempurna oleh David De Gea. Alonso menyambar bola liar untuk menyarangkan goal penyeimbang Chelsea.

“Anda paham jika aku tak ragu dengan David De Gea. Kelas dirinya bareng tim ini benar-benar luar biasa. Ia jadi bintang paling baik di dalam beberapa tahun teranyar dan total penyelamatannya fantastis, ” tutur Juan Mata, sebagaimana ditulis BBC.

“Hal yang krusial ialah bagaimana ia bereaksi. Aku dan kesebelasan sepenuhnya yakin pada dirinya. Kami jelas tak bahagia dengan hari ini, namun bakal balik lagi latihan dengan perilaku yang bagus. Untuk aku, kelas dirinya tak harus diragukan, ” katanya.

Bukanlah pertama kalinya David De Gea berbuat kesalahan. Penjaga gawang tim nasional Spanyol ini juga membikin blunder ketika menghadapi Barcelona dan Manchester City beberapa saat yang lalu.

“Dia mengerti aku mendukungnya. Apa yang aku dapat kerjakan ialah memberikan pertimbangan yang jujur soal kondisi. Ia frustrasi dengan kondisinya, namun ia salah satu penjaga gawang paling baik dunia, ” tutur Mata.

“Semua orang berbuat blunder, namun ia tangguh secara mentalitas dan bakal mengagalkan tidak sedikit goal di dalam pertandingan-pertandingan selanjutnya. Ia sudah jadi bintang paling baik kami dan memperoleh keyakinan maksimal dari kesebelasan, ” tutur pemain berposisi gelandang dari Spanyol itu.

Gelandang MU: Sukar Hentikan Lionel Messi

Gelandang Manchester United, Ander Herrera, mendesak timnya guna mewaspadai penyerang Barcelona, Lionel Messi, yang bakal dihadapi skuatnya pada Liga Champions.

United bakal saling berhadapan dengan Barcelona di putaran perempat-final Liga Champions. Leg perdana bakal bergulir di Old Trafford pada dua puluh April, sedangkan leg ke 2 di Camp Nou pada enam belas April.

Menyambut pertandingan itu, Herrera memuji Lionel Messi. Di mata dia, bintang dari Argentina ini amat mematikan.

“Barcelona merupakan salah satu klub yang ada pada pucuk penampilan serta punya bintang paling baik sepanjang sejarah, Lionel Messi. Bagiku, Messi merupakan pembuat keputusan paling baik yang sudah saya saksikan, serta saya sudah melawan para pemain paling baik di planet ini. Tak terdapat yang kayak dirinya, ” tutur Herrera pada Soccerway.

“Tapi ya, kami merupakan United serta kami punya banyak opsi di gelanggang. Kami bakal terus berlaga dengan gagasan menyerang yang kami punya bersama Solskjaer serta, usai ini, kami berharap Messi tak di dalam penampilan paling baik. Sebab apabila tidak, Messi tidak dapat dijegal, ” Herrera melanjutkan.

Messi telah memperkuat Barcelona di dalam 37 laga pada seluruh musim ini. Dia jua menyumbang 39 goal serta 21 umpan.

Barcelona serta United sebelumnya sudah berjumpa 2 kali di final Liga Champions saat 2009 serta 2011. Di dalam 2 laga itu, Azulgrana menjadi juara.

Pelatih Persebaya Akui Kualitas Para Pemain Persib

Juru tak-tik Persebaya, Djadjang Nurdjaman, menyatakan bahwa Persib Bandung punya sejumlah pemain yang sangat kuat di dalam teamnya. Ia juga percaya bahwa laga Persib melawan Persebaya yang akan datang akan berlangsung dengan amat sengit.

Pada ajang Piala Presiden musim ini, Maung Bandung tidak berhasil memetik hasil positif di laga pertama. Tim arahan Miljan Radovic dengan cara mengejutkan seharusnya mengakui keunggulan Tira Persikabo., sementara Persebaya berhasil membekuk Perseru Serui.

“Secara materi Persib memiliki pemain-pemain baik, ada (Ezechiel) N’Douassel, Esteban, Ghozali (Muharam Siregar), Hariono, Kim (Jeffrey Kurniawan). Seluruh lini Persib pemainnya berbakat. Khususnya Esteban, dia memiliki kelebihan, walau lama tidak ikut serta tapi ia akan menyilulitkan kami nanti, jadi bakal team saya awasi secara khusus, ” tutur Djanur dilansir dari situs web Bajul Ijo.

“Pertandingan mendatang pasti berat, meski Persib baru menerima kekalahan, kami tak menganggap satu keuntungan. Kemungkinan akan bangkit saat melawan Persebaya. Aku berharap semua pemain memusatkan perhatian dan tak menganggap enteng lawan.

“Kami maksimalkan bersama materi yang ada, mungkin (kualitas) tak terlalu jauh. Saya pikir peluangnya (Hansamu Yama) guna turun lumayan besar. (Kehadirannya) bisa membikin permainan tiap-tiap individu memiliki pengaruh, ” tutupnya.

Langgar Aturan, Chelsea Kena Embargo Transfer

Laporan negatif hadir dari Chelsea. The Blues mendapat embargo transfer dari FIFA usai melakukan pelanggaran aturan serta registrasi bintang dibawah umur 18 tahun.

FIFA menghukum London Biru bersama embargo transfer sepanjang 2 jendela transfer ke depan.

“Komite Disiplin FIFA sudah menghukum tim Inggris Chelsea FC serta FA atas sebuah pelanggaran yang berkaitan dengan persoalan transfer internasional serta registrasi pesepakbola dibawah umur 18 tahun, ” bunyi pernyataam FIFA.

“Chelsea ditemukan melanggar pasal 19 regulasi di dalam kasus 29 bintang dibawah usia serta sudah berbuat beberapa sebuah pelanggaran lainnya yang berkaitan dengan persyaratan registrasi bintang. Tim jua melakukan pelanggaran pasal 18bis regulasi di dalam kasus 2 kontrak soal bintang dibawah usia serta yang memungkinkan buat memiliki imbas pada tim lainnya di dalam hal-hal tentang transfer. ”

“Komite Disiplin menghukum Chelsea bersama hukuman di pendaftaran bintang baru baik pada tingkat nasional serta internasional buat 2 masa registrasi. Hukuman itu terjadi buat seluruh komponen tim – bersama pengecualian skuat wanita serta futsal dan tak menutup celah buat pelepasan bintang. ”

Di samping suspensi, The Blues jua didenda CHF 600. 000. London Biru diberikan masa 90 hari buat merancang kondisi pemain-pemain dibawah usia yang bersangkutan.

Cole: Tangani Manchester United, Solskjaer Replika Gaya Ferguson

Cole: Tangani Manchester United, Solskjaer Replika Gaya Ferguson

Legenda Manchester United, Andy Cole, mengatakan jika Ole Gunnar Solskjaer mereplika gaya Sir Alex Ferguson di dalam melatih.

“Saya menyaksikan Solskjaer dan aku menyaksikan jika ia merupakan salah satu murid dalam permainan. Ia bersedia menampung banyak info serta mengerjakan apa yang anggapannya benar. Ia terus mengatakan mengenai Sir Alex Ferguson serta apakah yang ia ambil dari Fergie, dan lalu coba ia kerjakan bersama para penggawa,” tutur Cole pada Soccerway.

“Itulah yang biasa dikerjakan pelatih dengan kami. Ia terus berbicara pada kami buat mendapat yang terbaik dari kami. Kamu bisa menyaksikan Solskjaer mengerjakan itu sebab setelah setiap laga, dia ada di arena pertandingan bersama para penggawa. Beberapa pelatih modern mengerjakan itu.”

“Semua orang mau mendapat yang paling baik melalui bintang-bintang hingga Kamu seharusnya merangkul keduanya serta memperlihatkan untuk mereka jika keduanya vital untuk Kamu. “

Semenjak diasuh Solskjaer, Manchester United sukses bangkit. Juan Mata cs berhasil mendapat 8 kemenangan berturut-turut (6 di Liga Inggris serta 2 di Piala FA).

Kemenangan ini membikin Manchester United yang sekarang ada di peringkat 6 klasemen sementara, hanya tertinggal 3 poin lagi dari Chelsea pada peringkat 4 yang merupakan batas akhir Liga Champions musim depan.

Cole pun memberi suport penuh pada Solskjaer buat menjadi pelatih permanen Setan Merah.

“Bagaimana Kamu mempertahankan pekerjaan? Kamu mesti merebut kemenangan. Apabila Solskjaer kerap melakukan itu, maka tak ada yang dapat berbalik serta menyatakan Kamu tak diperkenankan mendapat pekerjaan itu.”

“Jika itu kerap berlanjut serta United menghajar PSG di Liga Champions dan unggul kontra Burnley, maka aku tak merasa Kamu dapat menyaksikan lebih jauh. Solskjaer mendapat jam terbang serta merebut kemenangan,” tutur Cole.

Chiellini: Juventus Belajar melalui Kekalahan Ini

Chiellini: Juventus Belajar melalui Kekalahan Ini

Sempat memimpin melalui tendangan manis Cristiano Ronaldo, Juventus mesti menerima dihajar di markas sendiri oleh MU. Hasil negatif itu jadi yang pertama pada fase grup Liga Champions semenjak 2009. Menurut Giorgio Chiellini, Si Nyonya Tua belajar melalui hasil negatif menyakitkan itu.

“Kami mau melaju jauh pada turnamen ini. Apabila kami mau mengerjakan itu, maka kami mesti belajar melalui hasil negatif dan kekeliruan semacam ini,” kata Chiellini dilansir melalui SkySport.

Hasil negatif itu buat Chiellini merupakan buah dari blunder mereka sendiri. Di dalam sejumlah laga, mereka terlampau meremehkan serta berpuas diri.

“Kami sudah meneror diri sendiri dengan kekacauan semacam itu di dalam sejumlah laga. Jujur, ini semua lantaran kami terlampau berpuas diri serta mengerjakan sesuatu berisiko yang sama sekali tak perlu dilakukan,” lanjutnya.

Walau menelan kekalahan, Chiellini masih sempat buat bersyukur. Baginya, lebih bagus mereka menerima kekalahan sekarang ketimbang besok.

“Bila kita menerima kekalahan pada laga Liga Champions seperti ini, sebaiknya kita kerjakan saat ini ketimbang besok.”

Menjadi leader, dia mendesak teman-temannya buat introspeksi diri. Melakukan blunder merupakan hal lumrah, tapi tidak dapat dilakukan dengan berulang kali. Dia pun mendesak teman-temannya buat mengabaikan hasil negatif menyakitkan itu serta balik lagi memusatkan perhatian pada laga berikutnya. Pada pertandingan berikutnya, mereka bakal berjumpa AC Milan di dalam laga lanjutan Liga Serie A.

“Mungkin kini kami bakal menundukkan kepala kami serta memusatkan perhatian sebagaimana yang kami perlukan di dalam tiap-tiap laga.”

Laga PSMS Vs PS Tira Mendadak Dibatalkan, Tim Tamu Pulang Tanpa Keringat

Pertandingan matchday ke-25 Liga 1 2018 yang mempertarungkan PSMS Medan dengan PS Tira resmi dibatalkan. Klub tamu yang sudah ada di Kota Medan dengan sulit hati endingnya memutuskan balik lagi kembali menuju kotanya.

Sedianya laga matchday ke-25 Liga 1 2018 antar PSMS versus PS Tira bakal diselenggarakan di Jumat (12/10) malam.

Tapi, Panitia Penyelenggara Laga PSMS Medan melawan PS Tira tidak memperoleh ijin keramaian melalui pihak kepolisian.

Sebab, di waktu yang berbarengan, di Kota Medan bakal berlangsung penutupan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional.

PS Tira yang sudah bersedia menurunkan laga akhirnya memutuskan balik lagi kembali usai tak memenuhi berlaga di keesokan harinya ataupun Sabtu (13/10).

“Sudah fix pertandingan ditunda. Kami telah mendapat surat dari kepolisian jika pertandingan masih tak dapat dimulai sebab terdapat penutupan MTQ, ” tutur Sekertaris Umum PSMS, Julius Raja, dari Tribun Medan.

Oleh sebab itu, buat sekarang pamor laga ada pada dewan PT Liga Indonesia Anyar (LIB) sebagai operator turnamen.

Mungkin, pertandingan itu nantinya bakal diatur ulang dengan PT LIB.

“PS Tira menolak bermain hari Sabtu, pilihannya pertandingan tak jadi dimulai. PT LIB bakal merancang ulang jadwalnya. Menjadi PS Tira bakal kembali balik lagi ke kotanya, ” katanya melanjutkan.

Di sisi lain, dari dewan skuat Ayam Kinantan sendiri telah bersedia buat melakukan laga serta menurunkan pertandingan.

Menurut Julius, dewan tuan rumah telah berbuat semua kegiatan menyongsong melakukan laga, mulai dari persiapan kesebelasan, pre match conference, serta official training juga telah dikerjakan.

“Intinya kami dari PSMS telah bersedia. Seluruh bintang pun telah siap buat bermain, namun ingin bagaimana sedang, ” pungkasnya.

Menang atas Newcastle, Mata: MU Butuh Kemenangan Ini

Bintang Manchester United, Juan Mata, lega bersama hasil positif 3-2 kesebelasannya melawan Newcastle United di partai kedelapan Liga Premier Inggris pada Old Trafford, Sabtu (6/10).

Manchester United unggul dramatis di pertandingan itu. Sebab, Setan Merah harus tertinggal lebih dulu dengan skor 0-2 di fase perdana dengan goal Kenedy (8′) serta Yoshinori Muto (10′).

United baru bisa bangkit di paruh ke 2 melalui gol-gol Juan Mata (70′), Anthony Martial (76′), Alexis Sanchez (90′).

Tiga poin melawan Newcastle itu memutus kebiasaan tanpa hasil positif Man United di 3 laga sebelumnya. Sebab itu, Juan Mata berpikir lega atas kemenangan ini.

“Kami perlu pencapaian menurut hari ini . Amat sukar guna mengatasi ketertinggalan, namun team saya membuat beberapa kesempatan, ” tutur Mata, diberitakan BolaSport. com melalui BBC.

“Manchester United memberi semuanya guna unggul. Di paruh ke 2 rombongan saya telah berpikir tak tersedia salahnya coba, serta rasanya wajar jika rombongan saya menjadi lebih membuat kesempatan.

“Rasanya lega sebab Manchester United memperoleh apa yang rombongan saya inginkan.Hasil positif di dalam sepakbola dapat membenahi beberapa hal. Rombongan saya berupaya, khususnya guna para suporter, serta keduanya kembali di dalam kondisi girang, ” kata Mata.

Perisic Desak Inter Sedikit Agresif di Bursa Transfer

Perisic Desak Inter Sedikit Agresif di Bursa Transfer

Pemain sayap Ivan Perisic mendesak Inter Milan untuk sedikit agresif di musim transfer pemain pada musim panas 2018. Sebab, Perisic memperhitungkan Inter perlu beberapa bintang supaya dapat kompetitif untuk perburuan trofi.

Inter yang paling baru mendapat scudetto pada kampanye musim 2009/10 kemarin. Semenjak kala itu, penampilan Inter mengalami penurunan dan sukar untuk kompetitif di dalam perburuan trofi. Namun, penampilan Inter sekarang mulai bagus.

Musim kemarin, Inter ada di tempat ke 4 klasemen akhir Serie A, yang sekalian mengantarkan mereka berlaga di Liga Champions pada kampanye musim selanjutnya.

Nah, apabila mau kompetitif di pencarian trofi sekalian main bagus di Liga Champions, Perisic mendesak pihak tim untuk menandatangani lebih banyak bintang. Materi yang sekarang di miliki dianggap masih enggak cukup.

Tim Inter Milan sebenarnya telah lumayan kuat. Tapi, kekuatan tim Inter masih tidak cukup kuat. Hal tersebut yang membikin performa Inter tidak konsisten pada musim kemarin.

Perisic yakin situasi itu tak diperkenankan berlangsung pada kampanye musim selanjutnya. Pasalnya, tantangan dan incaran yang dibawa oleh Inter setingkat lebih tinggi lantaran menembus ke Liga Champions.

“Rombongan saya perlu setingkat lebih banyak bintang baru,” tutur Perisic kepada wartawan prediksi bola.

“Rombongan saya perlu sebuah kesebelasan yang setingkat lebih hebat dan team saya perlu bintang dengan nama besar sedikit lebih banyak kampanye musim ini. Terlebih rombongan saya bakal main di Liga Champions. Team saya memiliki beberapa wonderkid yang turut dalam sesi pra-musim,” tutupnya mengakhiri pembicaraan.