Dr. Eko Priatno, SpB-KBD: Menambah Usia Berkat Operasi Bypass Jantung

Operasi bypass biasanya dijalankan untuk mengatasi penyempitan pembuluh darah akibat penyumbatan plak. Meski berisiko, tapi tindakan operasi yang berhasil dapat memperpanjang usia para pengidap penyakit hingga 10 tahun ataupun lebih. Arteri yang menyuplai darah ke jantung bisa mengalami penyempitan dan pengerasan yang disebut aterosklerosis. Para pengidap penyakit yang mengalami aterosklerosis ke arteri koroner disebut terlempar penyakit jantung koroner. Masalah jantung koroner dapat menjadi pada serangan jantung saat tidak ditangani. Hal tersebut dikarenakan pembentukan bekuan darah akibat aliran darah nan melambat. Bekuan ini pun turut berkontribusi terhadap berhentinya aliran darah. Keadaan tersebut umumnya diiringi gejala-gejala semacam sesak napas, detak adrenalin tidak teratur, dan sakit dada yang terindikasi menjadi angina. Orang-orang yang sedikit berisiko mengalaminya adalah nya yang obesitas, perokok keras, dan juga yang mengonsumsi sejumlah lemak.

Risiko Operasi Bypass

Operasi bypass dijalankan menggunakan mengambil pembuluh darah daripada bagian lain dari badan, disebut graft, untuk membuat arteri yang tersumbat. Bawah pembuluh darah yang sebuah kemudian diletakkan pada sebelah akhir aorta (arteri raksasa yang keluar dari jantung) dan bagian lainnya disambungkan di arteri di bawah penyumbatan. Graft inilah yang kemudian bakal menjadi saluran baru utk mengalirkan darah. Operasi tersebut dijalankan terutama jika obat, berubahnya pola makan, lalu olahraga tidak berdampak pada perbaikan kondisi jantung. Tahap-tahap operasi bypass atau coronary artery bypass grafting (CABG) yang memakan waktu sekitar 3-6 jam ini memiliki tujuan mengalirkan lebih banyak oksigen dan darah ke adrenalin. Selain membantu menurunkan resiko serangan jantung dan meredakan gejala angina, umumnya konsumen yang menjalani operasi bypass bisa bertahan hidup hingga 10 era tanpa keluhan. Namun semacam prosedur lain, operasi bypass juga mengandung risiko nan kadang tidak dapat dihindari, semacam berikut ini yang kami kutip dari situs www.ekopriatno.com:

  1. Serangan jantung
  2. Demam
  3. Hilang ingatan
  4. Stroke
  5. Sakit
  6. Reaksi tubuh terhadap anestesi
  7. Depresi
  8. Kematian
  9. Diperlukan sekitar dua bulan sebelum badan dapat pulih dari dampak operasi bypass. Namun harus diingat bahwa operasi bypass bukanlah penyembuhan bagi masalah jantung koroner. Di samping tersebut, pasien operasi bypass harus melakukan perubahan gaya hidup supaya arteri yang telah dipampang tidak menyempit lagi. Inovasi umumnya dilakukan dengan fitnes teratur dan menerapkan model makan sehat.

Pada sejumlah kejadian, harus dilaksanakan pelebaran arteri mempergunakan saluran lalu balon kecil yang diberinama dengan stent (angioplasti koroner), maupun pengulangan prosedur bypass. Tingkat kesuksesan operasi bypass dan resiko komplikasi juga dipengaruhi dengan kondisi-kondisi tertentu, seperti apa pasien juga menderita masalah ginjal, emfisema, penyakit arteri peripheral, atau diabetes. Karenanya, penting bagi pasien utk menginformasikan riwayat kesehatan sendiri, riwayat kesehatan keluarga, dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Baca juga beragam macam artikel kedokteran yang sudah di rilis di blog kedokteran iniBedah Laparoskopi

Leave a Reply

Your email address will not be published.